RSS

perkembangan emosi ABK Tunadaksa




Menurut penelitian, ketunadaksaan secara khusus tidak menimbulkan gangguan pada kehidupan emosi anak Tunadaksa. Anak yang tunadaksa sejak kecil, mengalami perkembangan emosi sebagai anak tunadaksa secara bertahap. Sedangkan anak yang mengalami tunadaksa setelah besar, mengalaminya sebagai suatu hal yang mendadak, disamping itu anak yang bersangkutan pernah mengalami sebagai orang normal, sehingga keadaan tunadaksa dianggap sebagai suatu kemunduran dan sulit untuk diterima oleh anak yang bersangkutan tersebut. Dukungan orang tua dan orang – orang disekitarnya merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap emosinya.
Orang tua dari anak tunadaksa biasanya sering memperlakukan anak dengan sikap melindungi (over protection), misal dengan memenuhi segala keinginannya, dan melayaninya secara berlebihan. Ada juga orang tua yang bersikap menolak kehadiran anak – anak mereka. Perlakuan seperti itu sering kali menyebabkan anak – anak tunadaksa merasakan ketergantungan sehingga merasa takut serta cemas dalam menghadapi lingkungan yang tidak dikenalnya. 

0 komentar:

Posting Komentar